PKB Usulkan DIY Jadi Laboratarorium Bencana di Indonesia

 




Yogyakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan mengusulkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai Laboratorium Bencana di Indonesia.

 

“Usulan ini bukan tanpa alasan. Yogya memiliki sejarah panjang menghadapi berbagai bencana seperti gempa bumi, letusan Gunung Merapi, dan banjir lahar dingin,” tutur Wakil Ketua Dewan Syuro PKB, KH Maman Imanulhaq yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB. “Yogya telah menjadi contoh ketahanan dan mitigasi bencana yang patut dikembangkan secara nasional,” tutur Kang Maman, panggilan akrabnya.  

 

DIY juga memiliki infrastruktur riset yang memadai, komunitas akademik yang kuat, serta masyarakat yang memiliki kearifan lokal dalam menghadapi bencana. Dengan menjadikan Jogja sebagai Laboratorium Bencana, maka diharapkan akan lahir kebijakan berbasis penelitian yang lebih efektif dalam penanggulangan dan mitigasi bencana, baik di tingkat regional maupun nasional.

 

"Mitigasi bencana tidak hanya soal infrastruktur dan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran dan kesiapsiagaan berbasis kearifan lokal serta gotong royong masyarakat," tutur Kang Maman, Jumat , 21 Maret 2025.

 

Selain itu, PKB juga mendorong sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan sektor swasta untuk membangun pusat data bencana yang lebih akurat serta meningkatkan edukasi kebencanaan bagi masyarakat luas.  "Kami ingin membangun sistem yang lebih baik dalam mitigasi bencana, termasuk dengan melibatkan pesantren dan tokoh agama untuk memberikan edukasi kebencanaan berbasis nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian, konsep ini bukan hanya sebagai respons terhadap kondisi geografis Indonesia," tambah Kang Maman.

 

Pada kesempatan itu juga, Kang Maman mengusulkan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lebih dilibatkan dalam proses perizinan bangunan di wilayah rawan bencana. Dengan demikian, setiap pembangunan harus mempertimbangkan aspek mitigasi risiko, termasuk desain bangunan yang tahan gempa dan sistem drainase yang lebih baik untuk mencegah banjir.

 

"Peran BNPB dalam perizinan bangunan di wilayah rawan bencana sangat penting agar setiap konstruksi memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan. Kita tidak boleh hanya berpikir tentang pembangunan fisik, tetapi juga harus memastikan keselamatan masyarakat dalam jangka panjang," ujar tutur Kang Maman. (Ris)

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama