BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru PintasNews...
728 x 90 Top Banner Ads
Headline

Memuat berita utama...

PintasNews

Berita Terbaru

Lihat Semua ›

Nasional

Lihat Semua ›

Jawa Barat

Lihat Semua ›

Program MBG Berdampak pada Ekonomi Lokal


Sosialisasi program MBG di Purwakarta 

Purwakarta ---- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat. Program tersebut juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM.

Hal tersebut diungkapkan anggota komisi IX DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, saat Sosialisasi Program MBG di Gedung Da’wah, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kabupaten Purwakarta, Rabu, 13 Mei 2026. Turut hadir Mesak Paidjala, S.Sos., M.Si dari Universitas Dr. Soetomo, serta Yanti Likur, S.STP., M.Si dari KPPG Bogor serta ratusan peserta yang merupakan masyarakat setempat.

"Program MBG bukan hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM, " tutur Puteri.

Dalam implementasinya, lanjut Puteri, beberapa persen anggaran program dialokasikan untuk penyerapan bahan baku yang berasal dari petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM lokal. Kondisi ini menunjukkan bahwa Program MBG memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam memperkuat perekonomian lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha masyarakat.

Meski begitu, Puteri mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program, terutama terkait standar kebersihan dan kualitas layanan di beberapa dapur MBG. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional disebut telah melakukan evaluasi dan penghentian sementara terhadap sejumlah unit SPPG yang dinilai belum memenuhi standar.

“Kebijakan tersebut merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan program sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG. Permasalahan yang terjadi pada dasarnya bukan terletak pada substansi maupun tujuan program, melainkan pada aspek teknis pelaksanaan di lapangan yang masih memerlukan penguatan dan penyempurnaan,” tambahnya.

Program MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah yang disusun melalui proses panjang dan melibatkan banyak pemangku kepentingan. MBG dinilai memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak diharapkan mampu meningkatkan kesehatan, konsentrasi belajar, serta kualitas tumbuh kembang generasi muda.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah bersama DPR RI berharap Program MBG dapat terus berjalan optimal dengan dukungan seluruh pihak, sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Nuh)

Stunting, Permasalahan Serius yang Harus Ditangani Bersama


Sosialisasi program MBG di Karawang 


Karawang --- Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kali ini Sosialisasi program MBG digelar di Gedung GOW, Karawang Barat, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Anggota DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat.

Sosialisasi program MBG di Karawang Barat ini dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, sebagai narasumber utama. Sosialisasi ini dihadiri pula oleh Kasubag TU KPPG Cirebon Badan Gizi Nasional, Eric Dyan Nurdiyansyah, serta ratusan peserta undangan yang berasal dari masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Putih Sari menegaskan bahwa persoalan stunting dan kekurangan gizi masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, kualitas generasi penerus bangsa sangat ditentukan oleh asupan gizi yang diperoleh sejak dini.

“Persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut kualitas generasi penerus bangsa. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang baik akan tumbuh lebih sehat, aktif, dan memiliki kemampuan belajar yang lebih optimal. Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Putih Sari.

Ia menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi.

“Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, mendapatkan akses terhadap makanan sehat dan bergizi. Program ini bukan hanya tentang memberikan makanan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa pola hidup sehat harus menjadi bagian dari budaya di lingkungan keluarga dan masyarakat,” lanjutnya.

Putih Sari juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga keberlangsungan program ini. Pengawasan bersama sangat penting agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat. Program MBG juga harus diiringi dengan perubahan pola konsumsi dan perilaku hidup sehat. Edukasi menjadi sangat penting agar masyarakat memahami bahwa makanan bergizi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak Indonesia.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pencegahan stunting, serta penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya bersama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Nuh)

Program MBG, Gerakan Nasional Perbaiki Gizi Anak Bangsa





Majene -- Program Makan Bergizi Gratis merupakan gerakan nasional untuk memastikan anak-anak bangsa mendapatkan asupan gizi yang baik demi masa depan Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan anggota komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, pada sosialisasi Sosialisasi yang digelar di Ballroom Hotel B-Nusabila, Kabupaten Majene, Minggu, 10 Mei 2026.

Acara ini menghadirkan juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Jumiaty A. Mahmud, dan Kasubag TU KPPG Kota Palu M. Aril Putra, serta dihadiri oleh ratusan peserta yang sudah menantikan sejak lama program MBG.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dalam menghadirkan program MBG sebagai bentuk perhatian nyata terhadap pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan gerakan nasional untuk memastikan anak-anak bangsa mendapatkan asupan gizi yang baik demi masa depan Indonesia. Selain itu, program ini bertujuan menekan angka stunting agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Saya berharap program MBG ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Majene,” ujar Arzeti.

Program MBG adalah jembatan menuju pemerataan kesejahteraan. Dengan memastikan setiap anak Indonesia memperoleh nutrisi berkualitas, kita sedang membangun fondasi ekonomi nasional yang kuat untuk masa depan. Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat..

Selain itu, untuk di bidang ekonomi dan kemiskinan, program ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, mengurangi beban masyarakat miskin, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.

Kegiatan sosialisasi ini juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi pelaksanaan program MBG agar kualitas makanan yang disalurkan tetap terjaga dan sesuai standar kelayakan konsumsi.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta mendukung penuh keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan sejahtera. (Nuh)

Bupati Karawang Resmikan Pelayanan BPJS di RSUD Rengasdengklok

 


Karawang – Dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Karawang bagian Utara, Bupati Karawang secara resmi meluncurkan pelayanan bagi pasien peserta BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok pada Senin, 11 Mei 2026.

Hadirnya layanan BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mewujudkan pemerataan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat Karawang khususnya wilayah utara.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas hadirnya pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok yang menjadi cita-cita masyarakat Karawang khususnya wilayah Utara.

"Alhamdulillah ini rasa kebahagian saya, dulu ini cita-cita masyarakat khususnya di wilayah Utara kini bisa terlaksana. Hari ini kita berhasil mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya di wilayah utara," ujarnya.

Bupati Aep juga menekankan komitmen pemerintah dalam fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas salah satunya melalui program Universal Health Coverage (UHC).

Ia berpesan kepada seluruh jajaran RSUD Rengasdengklok dengan fasilitas yang dimiliki bisa memberikan kualitas layanan yang terbaik untuk masyarakat.

"Gedung dan peralatan sudah bagus, jadi berikan pelayanan terbaik. Saya titip dijaga semuanya," tegasnya.

Dengan beroperasinya layanan BPJS di RSUD Rengasdengklok, diharapkan mampu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Utara Karawang sehingga penanganan medis menjadi lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran. (Ris)

 

KDM Perkuat Pemerataan Keuangan dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Ekologi

 


Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, di Kantor Perwakilan BI Jabar, Kota Bandung, Senin, 11 Mei 2026.


Bandung –  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan pentingnya kolaborasi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat guna memperkuat pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Hal tersebut diungkapkan Dedi Mulyadi usai menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, di Kantor Perwakilan BI Jabar, Kota Bandung, Senin, 11 Mei 2026.

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, berharap kolaborasi yang telah terbangun dengan BI dapat terus berjalan, khususnya dalam mendukung dua kebijakan utama Pemda Provinsi Jawa Barat.

Kebijakan pertama, distribusi keuangan yang merata di seluruh wilayah Jawa Barat. Menurut KDM, pemerataan distribusi keuangan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan begitu, setiap daerah memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan kedua, membangun ekosistem ekonomi berbasis ekologi sebagai arah pembangunan masa depan Jawa Barat.

Ia menilai pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan alam."Dengan pendekatan tersebut, Jabar diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat," kata KDM.

Sementara itu, pengukuhan Junanto Herdiawan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Jabar. (Ris)

Putri Cantik dan Pengawal Kerajaan Memukau Penonton Kirab Budaya di Cirebon

 


Kirab budaya mahkota Binokasih di Kota Cirebon 

Cirebon -- Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran di Kota Cirebon menampilkan kesenian yang mengagumkan dan memanjakan mata. Tengok saja putri-putri cantik dan pengawal kerajaan dengan kostum indah Keraton Kasepuhan yang membawakan tari Bedaya.

Hadir juga sejumlah pria berbadan kekar layaknya binaragawan profesional yang menampilkan kesenian Binaraga Jebor Jatiwangi. Kesenian itu merupakan tradisi tahunan di Kecamatan Jatiwangi, pusat produksi genteng di Jawa Barat. Para pria berbadan kekar tak lain adalah para buruh pabrik genteng tradisional di wilayah tersebut.

Selain berpose, peserta beratraksi membawa tumpukan genteng layaknya pengganti barbel. Biasanya atraksi diselenggarakan untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap Agustus.

Dalam kirab tersebut juga diarak Mahkota Binokasih dari titik awal di Taman Pedati Gede hingga titik akhir di Alun-alun Keraton Kasepuhan.

Ribuan masyarakat antusias menyaksikan perjalan kirab budaya dan atraksi kesenian dan kebudayaan yang ditampilkan di panggung utama Alun-alun Keraton Kasepuhan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Cirebon dan tiga keraton yang hadir menampilkan seni budaya.

 

Dari Cirebon, kirab budaya akan berlanjut ke Kota Bandung.

"Nanti malam Minggu tanggal 16 Mei kita akan mengikuti kegiatan di Bandung, lalu malam Senin ada ada drama kolosal di Gedung Sate," jelas KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan kegiatan kirab budaya tidak untuk membangun cerita masa lalu, tetapi membangun jembatan masa lalu dan masa depan.

"Karena banyak di antara kita hari ini berbicara masa depan tetapi tidak mengerti sejarah masa lalu. Banyak orang juga yang hanya cerita masa lalu tidak mau bicara masa depan. Saya mengambil dua-duanya masa lalu adalah histori, masa lalu adalah filosofi, masa lalu adalah ideologi, masa depan adalah tantangan yang harus diwujudkan. Tak ada negara besar yang tidak terikat terhadap masa lalunya," tegas KDM.

Kirab juga dilaksanakan untuk menegaskan kembali kekayaan budaya Jabar yang luar biasa. "Bukan hanya cerita dan mimpi adanya Padjadjaran. Karena dibuktikan dengan fakta sejarah melalui Prasasti Batu Tulis dan Mahkota Binokasih yang sampai hari ini masih berdiri kokoh," tuturnya.

Kirab budaya di Cirebon bertema Mahkota Bertahta Cinta itu juga cukup spesial dengan hadirnya seni budaya dari Jakarta, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, wilayah yang berbatasan dengan Jabar. (Ris)

Keraton di Cirebon akan Direvitalisasi dan Bakal Dibangun Plataran Caruban

 


Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi 

Cirebon – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,  berencana menata kembali keindahan empat keraton yang ada di Kota Cirebon. Keraton Kasepuhan, Kacirebonan, Kanoman, dan Kaprabonan akan ditata menjadi bersih dan rapi.

Jalan di sekitar keraton akan dibersihkan, trotoar diperbaiki, begitu juga dengan sungai yang bakal dibersihkan agar memiliki air jernih hingga ke laut.

"Tidak boleh lagi ada sampah bertebaran dan kekumuhan. Saya tak ada keinginan apapun kecuali legacy ketika memimpin, bahwa ketika Deddy Mulyadi memimpin dengan spirit Padjadjaran, Keraton Kasepuhan, Kacirebonan, Kanoman, Kaprabonan, semuanya harus tertata rapi seperti masa lalu. Tak usah lagi hanya bicara anggaran provinsi, banyak yang ingin membantu berpartisipasi," ujarnya dalam kegiatan Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran, Minggu malam di Kota Cirebon, 10 Mei 2026.

Rencana ini dilakukan agar wisatawan betah dan mau berlama-lama berada di Cirebon. Saat ini, menurutnya wisatawan hanya betah sehari saja berada di Cirebon.

"Saya dapat cerita, kunjungan ke keraton di  Cirebon itu rata-rata sehari pulang karena hanya melihat keraton, matanya tidak bisa lagi memandang Cirebon yang indah. Atmosfernya terlalu panas. Suasana historikal, suasana sosial, dan suasana cinta kasihnya hilang. Maka saya mengajak kepada Bupatinya juga Walikotanya, mari kita gunakan cinta dalam menata kota," tegasnya.

Dedi menegaskan bertanggung jawab atas seluruh pembangunan dan renovasi keraton di Cirebon dengan catatan harus dirawat dan dipelihara, bukan dijual untuk keperluan segelintir orang. "Kita bukan menjual keraton tapi kita merawat keraton, kita bukan menjual makam tapi kita merawat makam," tegasnya.

Ia juga akan menata jalur Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran di setiap kota yang dilalui dalam kegiatan Milangkala Tatar Sunda.

Penataan tersebut untuk mengembalikan keindahan kota serta menegaskan kembali keberadaan sejarah seni dan budaya Jabar kepada masyarakat Jabar. "Di Karawang nanti akan saya bangun Pelataran Cinta. Di Bogor, saya juga akan membangun Pelataran Binokasih. Maka tahun depan, di Cirebon dari sejak tadi saya berangkat sampai sini, nanti akan saya bangun Pelataran Caruban," ujarnya.(Nuh)

Program MBG Digulirkan untuk Atasi Permasalahan Stunting

 


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Kampar

Kampar -- Tingginya angka stunting dan gizi buruk menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama. Program MBG yang diterapkan pemerintah merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Hal tersebut diungkapkan anggota komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin saat Sosialisasi Program MBG di Gedung Serbaguna Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis, 7 Mei 2026. Turut hadir dalam acara tersebut Lurah Lipat Kain Andi Sukma, serta Kepala KPPG Pekanbaru Dr. Syartiwidya, STP., M.Si. Kegiatan tersebut juga dihadiri ratusan masyarakat setempat.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pencegahan stunting, serta manfaat Program MBG bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat. 

Sahidin menegaskan bahwa Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan akses makanan bergizi yang layak. Ia menyebut masih tingginya angka stunting dan gizi buruk menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama.

“Program MBG hadir sebagai langkah nyata untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Sahidin. 

Ia menjelaskan bahwa sasaran program meliputi peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/pesantren, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Menurutnya, program ini juga memiliki dampak ekonomi yang besar karena melibatkan UMKM, petani, nelayan, dan penyedia bahan pangan lokal.

“Pemanfaatan bahan pangan lokal di Riau menjadi kekuatan penting agar program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” lanjutnya. 

Sahidin juga menegaskan komitmen DPR RI untuk terus mengawal pelaksanaan program agar berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Kami di DPR RI akan terus mengawal kebijakan dan anggaran agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya. 

Program MBG bukan hanya tentang pemberian makanan, tetapi juga tentang membangun masa depan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang serta mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai langkah bersama menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas. (Ris)

Tidak Hanya Seremoni, Reses Herman Khaeron Pastikan Denyut Ekonomi Masyarakat Berjalan

 


Anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, saat reses di Cirebon


Cirebon – Selama tiga hari, anggota komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, melakukan rangkaian kegiatan resesnya di wilayah Cirebon.

Agenda yang dijalankan tak sekadar seremonial, tetapi menyentuh langsung denyut ekonomi masyarakat, mulai dari sektor industri hingga pelaku UMKM.Dimulai dari menyambangi sejumlah pabrik untuk berdialog dengan para pekerja hingga  menggelar pelatihan UMKM yang dirancang khusus untuk mendorong pelaku usaha kecil agar naik kelas

Saat mengunjungi sejumlah industri, Hero, panggilan akrab Herman Khaeron, memastikan kondisi ketenagakerjaan berjalan sesuai regulasi, termasuk pemenuhan upah minimum.  Dari hasil dialog, Hero menilai sebagian besar perusahaan telah menjalankan kewajiban normatif terhadap karyawan.

Sedangkan pelatihan untuk UMKM yang digelar di salah satu hotel di Cirebon dirancang khusus untuk mendorong pelaku usaha kecil agar naik kelas serta menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan. Menariknya, pelatihan untuk pelaku UMKM juga memberikan materi tentang kewaspadaan terhadap kejahatan digital bagi UMKM.

Program ini menggandeng Bank Mandiri dan diikuti sekitar 200 peserta. Materi pelatihan disiapkan sebagai bekal awal sebelum peserta mengikuti pelatihan lanjutan selama tiga hari di tingkat Jawa Barat.

Disela agenda formal, Hero juga membaur dengan warga melalui kegiatan olahraga bersama.Setelah itu, ia turun langsung membuka operasi pasar murah di dua desa, yakni Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura dan Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang. Pasar murah ini menjadi upaya konkret membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Selain isu ekonomi, Hero turut menghadiri silaturahmi dan halal bihalal bersama para senior HMI dan KAHMI.  Dalam forum tersebut, ia menyampaikan materi kebangsaan dan penguatan peran intelektual dalam pembangunan daerah.

Rangkaian reses ini juga mendapat perhatian pejabat daerah. Beberapa agenda bahkan dibuka langsung oleh Wali Kota Cirebon dan dihadiri unsur Forkopimda Kota maupun Kabupaten Cirebon, menandakan sinergi pusat dan daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. (Nuh)

Cellica Tekankan Pentingnya Dukungan Masyarakat pada Program MBG


Sosialisasi program MBG di Purwakarta 


Purwakarta --- Anggota komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., menekankan pentingnya dukungan masyarakat pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hal tersebut diungkapkan Cellica pada sosialisasi program MBG di Gedung Serba Guna Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jumat, 8 Mei 2026. Sisi ini dihadiri pula oleh Tenaga Ahli Deputi Prokerma Badan Gizi Nasional Anyelir Puspa Kemala, SH, S.Sos, M.M, serta Kabid Kesmas Dinkes Purwakarta Hj. Karmila, SKM., M.Kes. 

Dalam kegiatan tersebut, Cellica Nurrachadiana menegaskan pentingnya dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Mulai dari UMKM, ibu-ibu yang bekerja di dapur, hingga petani lokal yang menjadi pemasok bahan pangan. Jadi artinya apa? Ini menggerakkan roda perekonomian UMKM. Kalau semua bisa diberdayakan, insyaallah ekonomi bergerak dan pengangguran sedikit demi sedikit bisa teratasi,” ujar dr. Hj. Cellica Nurrachadiana. 

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan publik terhadap pelaksanaan program MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, berbagai kritik dan informasi negatif yang muncul harus disikapi secara objektif dan tidak mudah termakan hoaks.

“Nanti kita akan bikin layanan aduan. Kalau ada aduan, tim harus mengecek. Kita jangan termakan hoaks. Kadang-kadang pemberitaan belum tentu benar, sehingga membuat program yang baik terlihat tidak baik. Kalau masih bisa dibenarkan, kita luruskan bersama-sama,” tambahnya. 

Program MBG hadir sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia. Selain itu, program ini juga memberikan multiplier effect karena banyak pihak yang mendapatkan manfaat, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga petani local.

Dengan kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami manfaat Program Makan Bergizi Gratis serta turut berpartisipasi dalam pengawasan demi menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Nuh)

Main Tags

Home Nasional Video